Cara Jitu Berhemat Uang Belanja di Tengah Pandemi Corona

Cara Jitu Berhemat Uang Belanja di Tengah Pandemi Corona

Pandemi Corona yang menghajar keras perekonomian sudah mulai terasa sejak 2 bulan lalu. Baik pengusaha maupun pekerja, mati-matian harus memutar otak agar bisa terus bertahan hidup di tengah pandemi yang belum terprediksi jelas kapan akan berakhir, terutama di Indonesia. Mulai dari shifting bisnis, mencoba peluang baru yang ramai di pasar, sampai beralih jualan masker, bahan makanan, dan masih banyak lagi.

Bukan cuma itu saja, selain harus banyak bersyukur jika masih punya penghasilan stabil di tengah pandemi, kita juga perlu berhemat ketat. Segala pengeluaran harus dipertimbangkan dan dicatat dengan detail. Kalau berlebih, upayakan untuk membantu orang di sekitar yang membutuhkan. Namun, sayangnya, bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin nggak sejalan dengan realita ketika harus bekerja atau belajar dari rumah. Di mana pengeluaran otomatis jadi bengkak dibanding hari-hari sebelum pandemi. Salah satunya pengeluaran untuk belanja makanan karena permintaan dan harga yang jadi naik.

Lantas, gimana caranya supaya bisa berhemat uang belanja di tengah pandemi agar bisa bertahan dan membantu menutup kebutuhan yang lainnya?

Memilih belanja di pasar tradisional

Sudah jadi rahasia umum kalau harga bahan makanan di pasar tradisional lebih murah dibandingkan supermarket. Kalaupun dipatok tinggi oleh penjual, kita masih bisa menawar seperlunya dan punya pilihan untuk pindah ke pedagang lain. Supaya bisa berhemat, kamu dapat berbelanja ke pasar tiga hari atau seminggu sekali untuk memenuhi kebutuhan di rumah. Namun, jangan lupa tetap waspada, jaga jarak, dan selalu gunakan masker. Belanja ke supermarket atau minimarket dekat rumah dapat dijadikan alternatif untuk membeli produk-produk selain bahan makanan pokok seperti alat bersih-bersih rumah, makanan ringan, dan lain sebagainya.

Jangan mudah terkecoh dengan promosi belanja

Sudah jadi rahasia umum pula kalau promosi dibuat bukan untuk semata-mata agar konsumen bisa hemat, melainkan juga sebagai strategi marketing agar orang berbelanja lebih banyak. Barang yang seharusnya cuma butuh 1 misalnya, karena ada promo buy 1 get 1 jadi beli 2. Meski harganya lebih murah, tapi tetap saja, uang yang keluar jadi lebih dari yang sudah dianggarkan, toh.

Maka dari itu, jika kamu penggemar belanja online, termasuk untuk urusan bahan makanan, jangan lupa untuk mencermati promo yang ditawarkan merchant. Mulai dari promo yang diadakan merchant itu sendiri atau yang bekerja sama dengan alat pembayaran lain seperti kartu debit, kartu kredit, sampai kredit online dengan fintech kredit & pinjaman dana seperti Kredivo. Sebab biasanya, promosi yang bekerja sama dengan alat pembayaran jauh lebih masif dan bisa mengecoh. Apalagi kalau “bayar nanti” seperti halnya kartu kredit & Kredivo.

Buat kamu yang mau nyetok bahan makanan lebih banyak, kalau mau kredit tapi nggak punya kartu kredit, Kredivo bisa jadi alternatif yang tepat lho. Bukan cuma karena Kredivo punya fitur pay later tanpa bunga alias 0% dan fitur pinjaman dana berbunga rendah hanya 2,95% per bulan, tapi juga promonya melimpah! Nggak kaleng-kaleng, promonya berupa potongan harga mulai dari ratusan ribu sampai jutaan di berbagai merchant online seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli.

Kalau kartu kredit bisa tarik tunai, Kredivo pun bisa. Buat kebutuhan darurat, kamu bisa ajukan pinjaman dana di Kredivo melalui fitur pinjaman mini (mulai dari 500 ribu) atau pinjaman jumbo (mulai dari 1 juta), dengan opsi tenor 1/3/6 bulan, dan suku bunga hanya 2,95% per bulan. Pinjaman dana berlaku bagi pengguna Premium dan bisa cair minimal dalam waktu 1 hari sejak pengajuan disetujui. Nah, untuk daftar, kamu bisa langsung download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store.

Kurangi pesan makanan lewat aplikasi 

Suka jajan lewat aplikasi pesan makanan/ojek online? Di tengah pandemi, sesekali boleh aja dilakukan buat menghindari kebosanan sama masakan rumah sekaligus hitung-hitung membantu driver mendapat penghasilan. Tapi, kalau dilakukan terlalu sering, jelas bisa bikin boncos pengeluaran lho. Meskipun ada banyak promo yang diberikan merchant, tetap saja beli makanan jadi lewat aplikasi memakan biaya lebih besar dibandingkan masak sendiri yang bisa disimpan untuk dimakan berkali-kali. Yuk, atur lagi prioritasmu.

Atur waktu kapan bisa makan enak dan makan seadanya

Agar kesehatan mental tetap terjaga selama masa pandemi dan karantina di rumah, tentu kita butuh hiburan. Makan-makanan enak yang berbeda dari masakan sehari-hari juga bisa menjadi hiburan tersendiri bagi banyak orang. Sekaligus, mengobati rasa kangen jajan dan makan di restoran favorit. Kalau kamu suka masakan jepang seperti shabu-shabu, yakiniku, atau ala-ala buffet you can eat, nggak ada salahnya untuk menjadwalkannya di rumah. Tapi, atur waktunya dan sesuaikan dengan keuangan ya. Misalnya, dua minggu sekali makan besar & enak, sisanya makan seadanya atau yang murah-murah kayak telur, tempe-tahu, sayur. Jadi, keuangan tetap aman!

Written by