Manfaat Pengadaan Barang B2B Melalui E-Procurement Bagi Pelaku UMKM

Manfaat Pengadaan Barang B2B Melalui E-Procurement Bagi Pelaku UMKM

Kemudahan yang ditawarkan oleh transaksi online sukses menarik berbagai kalangan baik perseorangan, perusahaan maupun industri menengah. Pengadaan barang B2B, contohnya, yang tadinya dilakukan secara konvensional sekarang beralih ke e-procurement demi mempercepat proses pemesanan hingga pembuatan laporan keuangan. Bukan hanya  perusahaan besar saja melainkan UMKM pun dapat bergabung dalam pasar digital ini.

Manfaat Pengadaan Barang B2B Bagi UMKM

  • Mempermudah ekspansi bisnis

Melakukan ekspansi merupakan tindakan yang perlu dipertimbangkan oleh para pelaku bisnis agar semakin maju. Dalam hal pengadaan B2B melalui e-procurement ini, UMKM akan mendapatkan kesempatan untuk berekspansi dengan memperluas pasar dan fasilitas yang nantinya berujung pada peningkatan laba. UMKM tidak hanya memposisikan dirinya sebagai pembeli tetapi juga sebagai penyedia barang.

Peluang yang besar semacam ini akan cukup efektif untuk mendukung pertumbuhan dan peningkatan aktifitas usaha. Dengan begitu, UMKM akan berkembang yang tadinya hanya dalam skala kecil-kecilan menjadi semakin luas pemasarannya. Terlebih lagi, permintaan perusahaan akan pengadaan barang akan terus meningkat sehingga perlu lebih banyak vendor untuk memenuhi permintaan tersebut.

  • Memperluas channel

Platform online yang menyediakan e-procurement sudah tentu telah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan yang tergolong blue-chip baik itu perusahaan multinasional maupun terbuka (Tbk.). Dengan begitu, pelaku UMKM akan mendapatkan kemudahan yang lebih untuk mengakses deretan perusahaan bonafid. Platform yang menawarkan kemudahan tersebut adalah Mbizmarket dengan kelengkapan fitur yang gratis diakses.

E-procurement di Indonesia yang menerapkan dual status yakni sebagai pembeli dan pemasok hanyalah Mbizmarket. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk terlibat aktif dalam transaksi digital. UMKM akan didorong lebih maju dengan menjadi pemasok dan meraup keuntungan mengingat transaksi pembelian dalam kuantitas yang besar.

Selain itu, Mbizmarket juga cocok dijadikan sarana untuk edukasi bisnis terlebih lagi bagi para pelaku pemula berkat fitur-fitur yang dihadirkan. Fitur tersebut meliputi budget control, order & fullfilment tracking, report & analytics, dan digital approval. Seluruh fitur tersebut menunjukkan bahwa pencatatan transaksi secara detail dan lengkap sangat diperlukan demi kelancaran bisnis.

Dalam hal pembayaran pun, Mbizmarket menyediakan beberapa opsi yang dapat dipilih yaitu pembayaran berjangka, pembelian kontraktual, dan pendanaan melalui pinjaman atau mitra finansial Mbizmarket. Solusi transaksional tersebut semakin memudahkan pembeli dan penjual dalam melakukan proses e-procurement. Mereka bebas memilih sistem yang sekiranya menguntungkan kedua belah pihak.

  • Melakukan pengadaan sendiri

Dengan aktif melibatkan diri dalam transaksi digital melalui e-procurement, UMKM akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan pengadaan sendiri. Tidak perlu lagi repot-repot mencari channel yang terpercaya sebagai pemasok barang karena platform penyedia e-procurement sudah menyediakan fasilitas tersebut. Pelaku UMKM hanya perlu memilih mana yang sesuai dengan jenis barang yang dibutuhkan.

Dengan beragamnya kategori barang yang ditawarkan oleh berbagai vendor di e-procurement, pelaku UMKM juga akan berkesempatan melakukan diversifikasi produk. Namun, tetap harus mempertimbangkan tujuan dan target dari pengadaan barang tersebut. Selain itu, proses pengadaan barang secara elektronik tidak membutuhkan biaya operasional yang besar sehingga cocok bagi UMKM yang masih merintis dari bawah.

Pengadaan barang B2B dengan mengandalkan teknologi digital terbukti memberikan berbagai kemudahan dan peluang bisnis yang lebih menguntungkan. Segmen yang diuntungkan pun bukan hanya perusahaan berskala besar melainkan juga industri kecil yang diberikan kesempatan terlibat aktif. Tindakan tersebut juga merupakan persiapan untuk memasuki Industri 4.0 yang mengandalkan internet untuk segala aktifitas bisnis.

Written by